Showing posts with label Adjie Massaid. Show all posts
Showing posts with label Adjie Massaid. Show all posts

Saturday, February 5, 2011

Kronologi Meninggalnya Adjie Massaid

Kronologi Meninggalnya Adjie MassaidKronologi Meninggalnya Adjie Massaid - Aktor sekaligus anggota DPR, Adjie Massaid meninggal dunia secara mendadak, pada Sabtu (5/2/2011). Berikut kronologi meninggalnya Adjie yang diungkapkan saudara Adjie, Linda Djalil.

Usai menjalani aktivitasnya sebagai anggota DPR, Linda mengungkapkan Adjie bermain sepakbola di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Jumat (4/2/2011) sore. Tidak seperti biasanya, Adjie bermain tidak sampai dua babak.

"Dia main bola di lebak bulus. Pulangnya dia nyetir sendiri," ujar Linda saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2/2011).

Lanjut Linda, setibanya di rumahnya di Taman Cilandak, suami Angelina Sondakh itu mengeluh sesak nafas dan sakit pada dadanya. Hingga akhirnya, Adjie yang kini juga menjabat manajer timnas U-23, terjatuh saat berada di ruang keluarga.

"Sekitar hampir jam 11 malam, dia jatuh ke lantai. Lalu, Angie langsung melarikan ke RS Fatmawati," ucap Linda.

Linda mengatakan tim dokter RS Fatmawati menangani Adjie selama dua jam. Sayang, nyawa bintang film 'Cinta dalam Sepotong Roti' itu tak tertolong.

"Kata dokter seperti itu, heart attack. Sebelumnya dia tidak pernah mengeluh soal hal itu. Meninggalnya Sabtu (5/2/2011), sekitar jam 1 kurang 15 menit," jelas Linda.

Setelah disemayamkan di rumah duka Taman Cilandak, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (5/2/2011), jenazah Adjie dibawa ke Gedung DPR, Senayan untuk disemayamkan di sana.

Jenazah Adjie dikebumikan di TPU Jeruk, Jakarta Selatan. Ribuan warga hadiri pemakaman mantan istri Reza Artamevia itu.

Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1967. Adjie memulai karirnya di dunia hiburan sebagai model.

Sepanjang karirnya, Adjie sudah membintangi beberapa layar lebar, di antaranya, 'Rini Tomboy' dan 'Asmara'. Adjie juga populer lewat perannya di sinetron 'Buku Harian'.

Pada 1999, Adjie menikah dengan Reza dan dikaruniai dua anak, Zahwa dan Aaliya. Hubungan pernikahan Adjie dan Reza hanya bertahan 4 tahun. Mereka bercerai pada 17 Januari 2005.

Adjie kemudian menikah lagi dengan Angelina Sondakh pada 2009 lalu. Dari pernikahannya dengan Angie, Adjie mendapat seorang anak laki-laki, Keanu Jabaar Massaid.

(detikhot)

Adjie Massaid di Mata Angelina Sondakh

Angelina Sondakh adjie massaid beritaBerita Gosip Terbaru hari ini - Adjie Massaid di Mata Angelina Sondakh - Angelina Sondakh, Puteri Indonesia 2001 yang menjadi istri almarhum Adjie Massaid, menyimpan kenangan indah tentang politisi Partai Demokrat yang meninggal, Sabtu (5/2/2011). Semula, Adjie yang naksir pada Angelina, begitulah tertulis pada diarinya. Beberapa kali Adjie mengirim salam. Namun, Angelina Sondakh selalu berusaha tidak meresponsnya.

Angelina Sondakh merasa Adjie Massaid tipe lelaki yang berbaik hati kepada semua orang. Berikut ini adalah catatan Angelina Sondakh di blog-nya tentang suaminya itu, tertanggal 25 Januari 2006, sekitar setahun setelah mereka menikah, sebagaimana dikutip Tribunnews.com, Sabtu.

ADJI MASSAID (The man I once ignored). Aku mengenal nama Adji Massaid sudah cukup lama. Namanya memang sudah tidak asing lagi dalam dunia perfilman dan persinetronan. Namun itu hanya sebatas mengenal dan sekedar tahu saja. Pada saat itu kami sama-sama masih menjadi calon legeslatif dari Partai Demokrat. Pertemuan partai, rapat – rapat partai dan kegiatan – kegiatan di partai membuat kami pun sering bertemu. Apalagi pada kesempatan mensukseskan calon Presiden Partai Demokrat : Susilo Bambang Yudhoyono.

Jujur, saat itu aku tidak tahu banyak tentang kehidupan pribadi Adji dan lebih daripada itu rasanya kami berdua pun tidak tertarik untuk ingin mengenal satu sama lain lebih jauh. Pembicaraan kami hanya sebatas pekerjaan, tidak pernah melewati batas privasi masing – masing. Rasanya kami berdua cukup memahami posisi masing – masing, sehingga kalaupun harus berbicara pasti topiknya tidak lari dari partai dan pemenangan pemilu.

Sebenarnya latar belakang public figure-lah yang membawa kami bergabung di Partai Demokrat (kami diajak oleh Sys NS untuk bergabung di PD, thank you mas Sys). Kami juga tergolong generasi muda. Dan sebenarnya, inilah yang bisa menjadi alasan rasional untuk membangun komunikasi diantara kami. Tapi entahlah …. saat itu saya sibuk dengan aktifitas sehari-hari dan dia juga sepertinya begitu. Yang pasti, pertama kali mengenal Adji kami berdua sedang tidak sendiri. Saya pada waktu itu sedang merajut asmara dengan seseorang begitupun Adji yang masih terikat perkawinan. Kami pun menghargai pasangan kami masing2.

Hari – hari di DPR saya lalui dengan penuh semangat ingin belajar dan belajar. Saya mulai menikmati ritme kerja yang benar-benar baru bagi saya. Dalam jadwal saya yang padat di gedung parlemen, sering saya bertemu dengan Adji namun itu sebatas, “say hello” saja. Pernah kami tidak sengaja bertemu di ruangan kerja salah satu teman fraksi, saat itu Adji sempat mengajak saya berdiskusi soal apa pendapat masyarakat tentang permasalahannya. Tapi saya enggan berkomentar terlalu banyak. Setelah saya beranjak dari ruangan tersebut ternyata Adji menitipkan pesan untuk disampaikan kepada saya bahwa dia tertarik dengan saya. Itupun saya tidak menanggapi secara serius tapi saya tanggapi secara ringan dengan memberikan support kepada Adji untuk tetap bertahan walau seberat apapun permasalahannya.

Walaupun demikian saat itu tidak ada perasaan yang ‘lain’ yang saya rasakan dan memang kamipun akhirnya berada dalam komisi yang berbeda. Ini jugalah yang membuat kami jarang sekali bertemu dan jarang berkomunikasi. Kami hanya bertemu pada rapat fraksi setiap jumat dan itu pun minim sekali interaksinya. Dia selalu duduk di sayap barat dan saya di sayap timur. Nothing special. Dia kuanggap sebagai teman biasa saja. Nothing more. Bukan Adji namanya kalau tidak terus mencoba dan mencoba. Sering aku dikirimi salam melalui orang-orang yang tinggal bersama saya.

“Ibu, ada salam dari Pak Adji’ tutur pembantu saya.

Namun aku selalu mengabaikannya. Bahkan terkadang walaupun ada ‘godaan-godaan’ kecil, itu selalu kuanggap ‘dasar laki-laki’. Pernah juga Adji memanggil nama saya lewat speaker sidang …. Angie! Dengan tatapannya yang ‘romantis semu’ namun saya pada waktu itu masih bisa menyakinkan diri saya bahwa itulah Adji. He is treating every woman like that because he is nice to everybody. Saya hanya tidak ingin menanggapi mas Adji serius, walaupun terkadang ketika bertemu dia selalu memberikan pujian….sekali lagi itu kuanggap sebagai basa – basi saja and Yes he is doing it to everybody. Pernah juga Adji menyampaikan kekagumannya pada saya lewat teman se-partai, pada waktu itu saya hanya menanggapi dengan kata-kata: ‘kayak nggak tahu Adji aja’. Tapi saya tetap menganggap Adji sebagai sahabat dan itu tidak mengurangi rasa persahabatan saya dengan dia dalam konteks kepentingan partai tentunnya.

Setelah beberapa waktu lamanya, sayapun akhirnya sendiri dan Adjipun sepertinya mulai menikmati kesendiriannya. Walaupun saya selalu mendengar bahwa Adji tidak pernah benar – benar sendiri, karena Adji adalah tipe orang yang easy going dan ingin bersahabat dengan siapa saja. Pernah suatu waktu dalam pertemuan partai seorang teman mengatakan: ‘Angie, Adji kirim salam ….. kayaknya dia naksir sama kamu’. Terus saya jawab dengan bergurau: “Keep trying hard, I need to see more effort”. Karena berbagai kesibukan, kami pun semakin jarang berkomunkasi. Namun tetap saja Adji selalu kirim salam melalui staff saya. Dan itupun saya tidak membalas salamnya, karena saya menganggap itu adalah gombalnya laki-laki. Yaah…itulah yang ada dibenak saya pada waktu itu : Adji termasuk laki-laki yang baik ke semua orang. Jadi biarlah aku menganggap semua itu sebagai angin lalu saja. Dan dalam hatiku …… Gombal.

Saya selalu menghindar dari Adji dalam setiap kesempatan. Bahkan pada setiap kunjungan partai ke daerah, saya selalu menanyakan asisten saya, apakah Adji ikut dalam rombongan. Dan saya pesankan, kalau ada, tolong diusahakan agar seat saya terpisah dengan Adji. Sebagaimana foto yang saya tampilkan dalam webblogs ini. Mungkin dapat bercerita banyak tentang penolakan saya terhadap Adji. Tapi semua itu akhirnya luluh lantah…………

Pernah dalam suatu kampanye Pilkada di Kabupaten Pasir Kalimantan Timur saya melihat bagaimana Adji memeluk dan mencium seorang nenek tua dengan penuh kasih. Sorotan mata Adji yang begitu bermakna, seakan memberikan harapan dan semangat .

Saat itulah saya melihat sosok Adji yang berbeda yang meruntuhkan kesan glamour seorang selebrities. Dan selama perjalanan, Adjipun banyak bercerita tentang pemikiran dan pandangannya tentang bangsa dan Negara ini. Adji sangat concern terhadap masalah-masalah sosial kemasyarakatan, dan dia bercerita bagaimana seharusnya keadilan dan kesejahteraan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia. Adji juga memberikan pandangannya tentang bagaimana anak – anak sebagai generasi penerus tongkat estafet pembangunan bangsa harus mendapat perhatian yang khusus oleh pemerintah dan seharusnya mereka dilihat sebagai asset bangsa yang ‘mahal’. Seperti pendapat Adji: “Masa depan bangsa ini harus diselamatkan dan kitalah sebagai generasi muda yang harus memperjuangkannya”.

Saat itu image negatif tentang Adji runtuh …. Kekaguman saya perlahan – lahan tumbuh …. Walaupun sampai detik itu saya berusaha keras untuk menekan perasaan ini … namun …… saat itu kurasakan ada sesuatu yang lain…………….

Apakah ini namanya cinta? I don’t know ….. tapi yang pasti sejak saat itulah …….

sumber :
http://id.news.yahoo.com/kmps/20110205/tpl-adjie-massaid-di-mata-angelina-sonda-81d2141.html
http://angelinasondakh.blogs.com/angelina_sondakhs_diary/2006/01/adji_massaid_th.html

Friday, February 4, 2011

Kepergian Adjie Massaid Membuat Para Pengguna Twitter Berduka

berita terbaru Adjie Massaid meninggalBerita Artis Terbaru - Kepergian artis sekaligus anggota DPR Adjie Massaid mengagetkan semua pihak. Tak hanya kolega, sahabat dan keluarga, para fans Adjie juga mengungkapkan rasa kehilangannnya melalui twitter.

Seperti ditengok detikcom di halaman twitter pada pukul 08.00 WIB, Sabtu (5/2/2011) pagi, 'RIP (Rest In Peace) Adjie Massaid' menjadi trending topic pagi ini. 'RIP Adjie Massaid' menjadi trending topic nomor 5 dan kini terus beranjak naik.

Ucapan bela sungkawa kepada keluarga terutama sang istri, Angelina Sondakh pun berdatangan. "Be strong yah mba angel :(," kata pemilik akun @niteata.

Sejumlah tweeps (pengguna twitter) juga mengaku kaget dengan kabar meninggalnya artis berusia 43 tahun itu. Mereka umumnya tak percaya seorang Adjie meninggal karena serangan jantung.

"Setahu saya Mas Adjie senang olah raga, keluarga dan hubungan sosial baik, karir lg menanjak. Kematiannya sungguh mengagetkan," kata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat melalui @komar_hidayat.

Adjie Massaid meninggal di RS Fatmawati pada pukul 02.10 WIB. Sebelum meninggal Adjie mengeluh jantungnya sakit. Saat ini jenazah Adjie masih disemayamkan di rumah duka di Jl Taman Cilandak 3, Blok E 14, Cilandak, Jakarta Selatan. (detikhot)

Adjie Massaid Meninggal Dunia

Berita terbaru Adjie Massaid wafatAdjie Massaid Meninggal Dunia - Adjie Massaid, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Sabtu 5 Februari 2011. Suami dari Angelina Sondakh ini meninggal dunia pukul 00.00 WIB di Unit Gawat Darurat RS Fatmawati.

Menurut informasi yang diterima, sebelum meninggal, Adji Massaid sempat bermain bola. Sosok yang juga menjabat sebagai manajer timnas U-23 ini sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir. "Sampai di kamar mayat pukul 01.00," ujar petugas jaga kamar mayat RS Fatmawati, Yayat saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu 5 Februari 2011.

Pemilik nama lengkap Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid ini lahir di Jakarta, 7 Agustus 1967 silam. Memulai karir sebagai model, Adjie akhirnya terjun ke dunia politik. Ia adalah anggota DPR-RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat.

Adjie menikah dengan penyanyi Reza Artamevia tanggal 9 Februari 1999. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai 2 orang anak bernama Zahwa dan Aaliya. Pasangan ini bercerai pada 17 Januari 2005.

Selanjutnya, Adjie menjalin hubungan dengan Angelina Sondakh, mantan Puteri Indonesia yang juga anggota DPR-RI untuk Partai Golkar (pada periode 2009-2014 untuk Partai Demokrat). Keduanya menikah 29 April 2009.

Adjie Massaid Meninggal Karena Serangan Jantung

Adjie Massaid meninggal dunia di usianya yang ke-43 pada Sabtu (5/2/2011). Sekretaris Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan bahwa Adjie meninggal karena serangan jantung.

"(penyebab) Kena serangan jantung. Sempat mengeluh sakit jantung sebelum meninggal," ujar Saan kepada detikhot, Sabtu (5/2/2011).

Saan mengatakan, jenazah suami Angelina Sondakh itu masih berada di RS Fatmawati. Rencananya bari nanti pagi akan disemayamkan ke rumah duka.

"Sekarang jajaran fraksi Demokrat ada di RS Fatmawati," jelas Saan.

Sebelum meninggal, Adjie sempat mendapat perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Rencananya, jenazah Adjie akan disemayamkan di rumah duka di Taman Cilandak.(detikhot)